Sabtu, 02 Juni 2012

makalah keperawatan "Pola istirahat dan tidur"



KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR

logo.jpg
Disusun oleh :
            Dhimas Widiantara (3211101)
Amelya Wijayanti (3211102)
Sofia Kurniati Ahmad ( 3211117)
Aria shofia (3211132)

S1 KEPERAWATAN
STIKES AHMAD YANI YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR


Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat taufik dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini merupakan makalah pengetahuan bagi mahasiswa/i akper  maupun para pembaca untuk bidang Ilmu Pengetahuan.
            Makalah ini sendiri dibuat guna memenuhi salah satu tugas kuliah dari dosen mata kuliah Keperawatan Dasar II dengan judul “POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR”. Dalam penulisan makalah ini penulis berusaha menyajikan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh para pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karenanya, penulis menerima kritik dan saran yang positif dan membangun dari rekan-rekan pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
            Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.





Yogyakarta,    April  2012




Penulis

DAFTAR ISI








BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG


Setiap orang membutuhkan istirahat dan tidur agar mempertahankan status,  kesehatan pada tingkat yang optimal. Selain itu proses tidur dapat memperbaiki berbagai sel dalam tubuh. Pemenuh kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagi orang yang sedang sakit  agar lebih cepat sembuh memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila kebutuhan istirahat dan tidur tersebut cukup,  maka jumlah energi yang di harapkan dapat memulihkan status kesehatan dan  mempertahankan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari terpenuhi.
 Selain itu,  orang yangmengalami kelelahan juga memerlukan istirahat dan tidur lebih dari biasanya.

B. TUJUAN


Setelah mempelajari dan membahas makalah ini maka di harapkan :
1. Memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai konsep kebutuhan istirahat dan tidur.
2. Pembaca dapat melakukan tindakan keperawatan yang tepat sesuai dengan prosedur yang berlaku.
3. Pembaca dapat menambah kopetensi terkait dengan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur klien

C. BATASAN MASALAH

Batasan masalah dalam maklah ini meliputi : Asuhan keperawatan yang terdiri atas pengkajian dan konsep kebutuhan istirahat dan tidur.

BAB II

LANDASAN TEORI


A. PENGERTIAN


Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat dan tidur yang cukup, tubuh akan berfungsi secara optimal. Istirahat dan tidur itu sendiri memiliki makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umum, istirahat berarti suatu keadaan tenang relaks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari perasaan gelisah.
Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur dikarakteristikkan dengan aktivitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan proses fisiologis tubuh, dan penurunan respon terhadap stimulus eksternal.

B. TAHAPAN TIDUR


EEG, EMG, dan EOG dapat mengidentifikasi perbedaan signal pada level otak, otot, dan aktivitas mata. Normalnya, tidur dibagi menjadi dua yaitu nonrapid eye movement  (NREM) dan rapid eye movement  (REM). Selama masa NREM seseorang terbagi menjadi empat tahapan dan memerlukan kira-kira 90 menit selama siklus tidur. Sedangkan tahapan REM adalah tahapan terakhir kira-kira 90 menit sebelum tidur berakhir.

1.       Tahapan Tidur NREM
a.       NREM tahap I
·         Tingkat transisi
·         Merespons cahaya
·         Berlangsung beberapa menit
·         Mudah terbangun dengan rangsangan
·         Aktifitas fisik, tanda fital, dan metabolisme menurun
·         Bila terbangun terasa sedang bermimpi

b.      NREM tahap II
·         Periode suara tidur
·         Mulai relaksasi otot
·         Berlangsung 10-20 menit
·         Fungsi tubuh berlangsung lambat
·         Dapat dibangunkan dengan mudah
c.       NREM TAHAP III
·         Awal tahap dari keadaan tidur nynyak
·         Sukit dibangunkan
·         Relaksasi otot menyeluruh
·         Tekanan darah menurun
·         Berlansung 15-30 menit
d.      NREM TAHAP IV
·         Tidur nyenyak
·         Sulit untuk dibangunkan, butuh stimulus intensif
·         Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun
·         Sekresi lambung menurun
·         Gerak bola mata cepat
2.Tahapan tidur REM
a)      lebih sulit dibangunkan dibandingkan dengan tidur NREM
b)      pada orang dewasa normal NREM yaitu 20-25% dari tidur malamnya
c)      jika individu terbangun pada tidur REM, maka biasanya terjadi mimpi
d)     tidur REM penting untuk keseimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori dan adaptasi.
3. Karakteristik tidur REM
a)      Mata                    :  cepat tertutup dan terbuka.
b)      Otot-otot              :  kejang otot kecil, otot besar imobilisasi.
c)      Pernapasan          :  tidak teratur, kadang dengan abnea.
d)     Nadi                      :  cepat dan iriguler.
e)      Tekanan darah     :  meningkat atau fluktuasi.
f)       Sekresi gaster       :  meningkat.
g)      Metabolisme        :  meningkat, temperatur tubuh naik.
h)      Gelombang otak  :  EEG aktif.
i)        Siklus tidur          :  sulit dibangunkan.


Ø  Pola Tidur Normal
      Neonatus sampai dengan 3 bulan
a)      Kira-kira membutuhkan 16 jam/hari
b)      Mudah berespon terhdap stimulus
c)      Pada minggu pertama kelahiran 50% adalah tahap REM

Ø  Bayi
a)      Pada malam hari kira-kira tidur 8-10 jam
b)      Usia 1 bulan sampai dengan  1 tahun kira-kira tidur 14 jam/hari
c)      Tahap REM 20-30%.

Ø  Toddler
a)      Tidur 10-12 jam/hari
b)      Tahap REM 25%

Ø  Prasekolah
a)      Tidur 11 jam pada malam hari
b)      Tahap REM 20%

Ø  Usia sekolah
a)      Tidur 10 jam pada malam hari
b)      Tahap REM 18,5%


Ø  Remaja
a)      Tidur 8,5 jam pada malam hari
b)      Tahap REM 20%

Ø  Dewasa muda
a)      Tidur 7-9 jam/hari
b)      Tahap REM 20-25%

Ø  Usia dewasa pertengahan
a)      Tidur ± 7 jam/hari
b)      Tahap REM 20%

Ø  Usia tua
a)      Tidur ± 6 jam/hari
b)      Tahap REM 20-25%
c)      Tahap NREM IV menurun dan kadang-kadang absen
d)     Sering terbangun pada malam hari










 C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIDUR


1. Penyakit
Seseorang yang mengalami sakit memrlukan waku tidur lebih banyak dari normal. Namaun demikian , keadaan sakit menjadikan pasien kurang tidur atau tidak dapat tidur. Misalnya pada pasien dengan gagguan pernapasan seperti asma, bronkitis, penyakit kardiosvaskular,dan pnyakit persarafan.
2. Lingkungan
Pasien yang biasanya tidur dalam lingkungan tenang dan nyaman, kemudian terjadi perubahan suasana seperti gaduh maka akan menghambat tidurnya.
3. Motivasi
Motivasi dapat mempengaruhi tidur dan dapat menimbulkan keinginan untuk tetap bangun dan waspada menahan kantuk.
4. Kelelahan
Kelelahan dapat memperpendek periode pertama dari tahap REM.
5. Kecemasan
Pada keadaan cemas seorang mungkin meningkatkan saraf simpatis sehingga mengganggu tidurnya.
6. Alkohol
Alkohol menekan REM secara normal,seseorang yang tahan minum alkohol dapat ,mengakibatkan insomania dan lekasa marah.
7. Obat-obatan
Beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan gangguan tidut antara lain:
a)      Diuretik          : menyebabkan insomnia
b)      Antidepresan   : menyupresi REM
c)      Kafein            : meningkatkan saraf simpais
d)     Beta-bloker     : menimbulkan insomnia
e)      Narkotika       : menyupresi REM
8. Nutrisi
Makanan yang banyak mengandung L-Triptofan yang merupakan asam amino dari protein yang dicerna seperti keju,susu,daging dan ikan tuna dapat mampercepat terjadinya ptoses.

D.  GANGGUAN TIDUR


a) Insomnia
Pengertian insomnia mencakup banyak hal. Insomnia dapat berupa kesulitan untuk tidur ataukesulitan untuk tetap tidur, bahkan seseoranng yang terbangun dari tidur tapi merasa belumcukup tidur dapat di sebut mengalami insomnia (japardi 2002). Jadi insomnia merupakan ketidak mampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur baik secara kualitas maupun kuantitas. Insomnia bukan berarti seseorang tidak dapat tidur/kurang tidur karena orang yang menderita insomniasering dapat tidur lebih lama dari yang mereka pikirkan, tetapi kualitasnya berkurang.Jenis insomnia yaitu :


1.      Insomnia insial adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat memulai tidur.
2. insomnia intermiten adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat mempertahankan tidur atau keadaan sering terjaga dari tidur.
3. insomnia terminal adalah bangun secara dini dan tidak dapat tidur lagi. Beberapa factor yang menyebabkan seseorang mengalami insomnia yaitu rasa nyeri, kecemasan,ketakutan, tekanan jiwa kondisi, dan kondisi yang tidak menunjang untuk tidur.
b) Somnambulisme
Merupakan gangguan tingkah laku yang sangat kompleks mencakup adanya otomatis dan semipurposeful aksi motorik, seperti membuka pintu, duduk di tempat tidur, menabrak kursi,berjalan kaki dan berbicara. Termasuk tingkah laku berjalan dalam beberapa menit dankembali tidur (Japardi 2002). Lebih banyak terjadi pada anak-anak, penderita mempunyai resikoterjadinya cidera.

c) Enuresis
Enuresis adalah kencing yang tidak di sengaja (mengompol) terjadi pada anak-anak, remaja dan paling banyak pada laki-laki, penyebab secara pasti belum jelas, namun ada bebrapa faktor yangmenyebabkan Enuresis seperti gangguan pada bladder, stres, dan toilet training yang kaku.

d) Narkolepsi
Merupakan suatu kondisi yang di cirikan oleh keinginan yang tak terkendali untuk tidur, dapat dikatakan pula bahwa Narkolepsi serangan mengantuk yang mendadak sehingga ia dapat tertidur  pada setiap saat di mana serangn mengantuk tersebut datang. Penyebabnya secara pasti belum jelas, tetapi di duga terjadi akibat kerusakan genetika sistem saraf pusat di mana periode REM tidak dapat di kendalikan. Serangan narkolepsi dapat menimbulkan bahaya bila terjadi pada waktu mengendarai kendaraan, pekerja yang bekerja pada alat-alat yang berputar-putar atau berada di tepi jurang.

e) Night Terrors
Adalah mimpi buruk, umumnya terjadi pada anak usia 6 tahun atau lebih, setelah tidur beberapa jam, anak tersebut langsung terjaga dan berteriak, pucat dan ketakutan.

f) Mendengkur
 Disebabkan oleh adanya rintangan terhadap pengaliran udara di hidung dan mulut. Amandelyang membengkak dan Adenoid dapat menjadi faktor yang turut menyebabkan mendengkur.Pangkal lidah yang menyumbat saluran nafas pada lansia. Otot-otot dibagian belakang mulut mengendur lalu bergetar bila dilewati udara pernafasan.







BAB III

PENGKAJIAN


A.    PENGKAJIAN


1.      Riwayat Keperawatan
a.       Kebiasaan pola tidur bangun, apakah ada perubahan pada: waktu tidur, jumlah jam tidur, kualitas tidur, apakah mengalami kesulitan tidur, sering bangun pada saat tidur, apakah maengalami mimpi yang mengancam.
b.      Dampak pola tidur terhadap fungsi sehari-hari: apakah merasa segar saat bangun,apa yang terjadi jika kurang tidur.
c.       Adakah alat bantu tidur: apa yang anda lakukan  sebelum tidur, apakah menggunakan obat-obatan untuk tidur.
d.      Gangguan tidur atau faktor-faktor kontribusi: jenis gangguan tidur, kapan masalah itu terjadi.
2.      Pemeriksaan fisik
a.       Observasi penampilan wajah,prilaku dan tingkat energi pasien.
b.      Adanya lingkungan hitam disekitar mata,mata sayu dan kongjungtiva merah.
c.       Prilaku: eritabel , kurang perhatian, pergerakan lambat, bicara lambat, postur tubuh tidak stabil, tangan tremor, sering menguap, mata tampak lenglket, menarik diri, bingung dan kurang koordinasi.
3.      Pemeriksaan diagnostik
a.       Elektroecepalogram (EEG)
b.      Elektromipogram (EMG)
c.       Elektrookulogram (EOG)

BAB IV

PENUTUP


A.    Kesimpulan


Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang di butuhkan semua orang. Setiap individumempunyai kebutuhan istirahat dan tidur yang berbeda. Dengan pola istirahat dan tidur yang baik, benar, dan teratur akan memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, yaitu efek fisiologis terhadap sistem syaraf yang di perkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara susunan saraf, serta berefek terhadap struktur tubuh dengan memulihkankesegaran dan fungsi organ tubuh.

 

B.     Saran


Setiap individu harus menjaga kecukupan kebutuhan istirahat dan tidurnya sesuai kebutuhannya.Dengan kondisi jiwa dan fisik yang sehat maka dapat melakukan berbagai kegiatan dengan baik.Perawat perlu berupaya membantu pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur klien sesuai dengandengan prosedur yang benar sehingga perawat harus mempunyai, kopetensi yang baik terkaitdengan kebutuhan istirahat dan tidur sehingga pelayanan terhadap klien dapat berjalan dengan baik dan benar.






DAFTAR PUSTAKA

 



Tawoto dan Wartona. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan,Jakarta: Salemba Madika.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar